Sobat Sobat SenjuJasrizal.blogspot.com yang baik hati,,, TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG INI... mohon maaf atas segala kekurangan, mudah-mudahan bermanfaat dan dapat sobat2ku mengambil hikmah didalamnya....^_^

Kamis, 01 November 2012

Sejarah Berdirinya Rafidhah: Tokoh Pelopor, Bagian 6

B)    Simbol OUROBOROS
Makam Mayor Jendral J.H.R. Kohler dan simbol Bintang Daud-nya, di Museum Taman Prasasti – Jakarta
Di Museum Taman Prasasti ini terdapat makam Mayor Jendral J.H.R. Kohler (komandan tentara kolonial Belanda yang memimpin penyerangan ke Banda Aceh pada tahun 1873). Makamnya tampak bersimbolkan Bintang Daud, yakni suatu simbol bintang enam (hexagram) yang juga merupakan ciri khas organisasi Freemasonry Yahudi. Simbol Bintang Daud telah kita bahas dalam kajian lalu.
Pada makam J.H.R. Kohler tersebut terdapat pula suatu simbol yang menggambarkan seekor Ular yang memakan ekornya sendiri. Simbol itu disebut  “Ouroboros”, yang diadopsiFreemasonry dari paganisme Mesir.
Apakah Ouroboros itu?

J.C. Cooper dalam buku “Encyclopedia of  Traditional Symbols” (terbitan tahun 1978), pada halaman 123-124 menjelaskan sebagai berikut:
Ouroboros: Depicted as a serpent or dragon biting its own tail. My end is my beginning. It symbolizes the undifferentiated; the Totality; primordial unity; self-sufficiency. It begets, weds, impregnates, and slays itself. It is the cycle of disintegration and reintegration, power that eternally consumes and renews itself; the eternal cycle; cyclic time; spatial infinity; truth and cognition in one; the united primordial parents; the Androgyne; the primaeval waters; darkness before creation; the restriction of the universe in the chaos of the waters before the coming of light; the potential before actualization. In funerary art, Ouroboros represents immortality, eternity and wisdom. In Orphic cosmology it encircles the Cosmic Egg. The Alpha and Omega are often depicted with the Ouroboros. Alchemy: The latent power of nature; unformed materia; the opus circulare of chemical substances in the hermetic vessel. Buddhist: Wheel of samsara. Egyptian: The circle of the universe; the path of the sun god. Greek: “All is one”. “The All was from the beginning like an egg, with the serpent as the tight band or circle round it” (Epicurus). Hindu: Wheel of samsara. As latent energy Ouroboros shares the symbolism of kundalini. Sumero-Semitic: The All One.”
Artinya:
OuroborosDigambarkan sebagai seekor ular atau naga menggigit ekornya sendiri. “Akhirku adalah awalku”Itu adalah perlambang yang tidak terbedakan, totalitas, kesatuan primordial, swa-sembada. Ia melahirkan, menikahi, membuahi (menghamili), dan membunuh dirinya sendiri. Itulah siklus disintegrasi dan re-integrasi, kekuasaan yang secara abadi mengkonsumsi dan memperbaharui dirinya sendiri. Siklus abadi, perputaran waktu, simbol ∞ tak terhingga, kebenaran dan kesadaran dalam satu kesatuan, kesatuan primordial orangtua, Androgin; awal mula perairan, kegelapan sebelum penciptaan; kekacauan air dalam pembatasan alam semesta sebelum datangnya cahaya, potensi sebelum aktualisasi. Dalam seni penguburan,
Ouroboros mewakili keabadian. Keabadian dan kebijaksanaan. Dalam kosmologi gaib, Ouroboros mengelilingi Telur KosmikAlfa dan Omega sering digambarkan dengan simbol Ouroboros. Dalam Alkimia: perlambang kekuatan laten alam, material yang berbentuk, sedangkan dalam biduk Hermetis adalah sebagai lingkaran karya zat kimiaDalam (kepercayaan) Buddha: sebagai Roda SamsaraDalam (kepercayaan) Mesir: sebagai Lingkaran alam semestajalan menuju sang DewaMatahari. Dalam (kepercayaan) Yunanisebagai simbol “Semuanya adalah satu” (The all is one)Semua / keseluruhan (“The All”) digambarkan seperti awal mula penciptaan laksana telurdengan ular yang mengitarinya sebagai pengikatnya” (Epicurus). Dalam (kepercayaan) Hindusebagai Roda Samsara. Ouroboros sebagai energi abadi yangberbagi simbolisme dengan Kundalini. Dalam (kepercayaan) Sumero-Semit: simbol “Semua Satu” (The One All).”
Jadi Ouroboros itu adalah simbol keabadian yang muncul dalam berbagai kepercayaanpaganisme, dimana ia melambangkan suatu siklus perputaran “Kehidupan setelah Kematian” atau “Penciptaan setelah Kehancuran”.
Kemudian dalam suatu situs Barat berikut, akan dijelaskan mengapa simbol Ular itu yang dipilih untuk digunakan oleh kelompok-kelompok penyembah Iblis dan pengguna sihir / okultisme, seperti antara lain kelompok Freemasonry :
Texe Marrs in Codex Magica page 268-269 tells us:
The Illuminati and their subordinates, the Masons, honor the Deity of countless names. Yes, one of those names is Osiris, with his son Horus. But the Illuminated Deity is a concealed god who hides his true identity in a multitude of disguises and subterfuges. He is called “The Sun”, the“Central Sun”, “Hiram Abiff”, the one with the “Ineffable Name”, “Ein Soph”, the “Great Architect of the Universe”, “Abaddon”, “Mahabone”, and “Jahbuhlun”. Ostensibly the Illuminati worship a pantheon, a multiplicity of gods. But, not so. These are all fronts for elite worship of Lucifer. He is their true god, the God of Light.
In all their Masonic writings, the most revered of Masonic scholars- Manly P. Hall, Albert Mackey, Albert Pike, etc. -claim that the Masonic rituals and teachings come from the“mysteries” of ancient Babylonians, Egyptians, Greeks, Persians, and others. Thus we glean understanding when we read, in Earth’s Earliest Ages, this statement by G. Pember: There is little doubt that the culmination of the mysteries was the worship of Satan himself.
Illuminist and Masonic theology is solidly based on the Jewish Cabala” (Kaballa or Quaballah). Indeed, almost all occult and magical belief systems are founded on the principles and teachings of the Jewish Cabala. In her most famous book, The Secret Doctrine,Blavatsky praised Satan as the teacher of humanity. He is to be thanked, Blavatsky says, for setting men on the path to divinity and liberty. It is, she emphasizes, the Cabala that “unveils the secret.” To what secret is she referring?
Blavatsky flatly states the core doctrine of the mysteries, of occultism, of Illuminism as follows: “The Great Serpent of the Garden of Eden and the Lord God are identical. ” (Helena P. Blavatsky,The Secret Doctrine, (Covina, CA: Theosophical University Press, 1947, 4th ed.) in Marrs p. 269.)
Artinya:
Texe Marrs dalam bukunya yang berjudul “Codex Magica” pada halaman 268-269 menjelaskan bahwa:
(Kelompok) Illuminati dan cabang mereka, (kelompok) Mason, menyembah Dewa yang namanya tak terhitung jumlahnya. Ya, salah satu dari nama itu adalah Osiris, dengan anaknya(dewa) Horus. Tetapi (sesungguhnya) Dewa-nya Illuminati adalah Tuhan yang tersembunyi jati dirinya dalam berbagai penyamaran dan dalih. Dia disebut juga Dewa Matahari (The Sun)Dewa Pusat Matahari (The Central Sun) ,Hiram AbiffSang pemilik nama yang tak terkatakan (tak terlukiskan)Ein SophArsitek Agung Alam Semesta,AbaddonMahabone, dan Jahbuhlun(Kelompok) Illuminati tampaknya menyembah banyak dewa. Tetapi sesungguhnya tidak demikian. Pada hakekatnya mereka itu menyembah Lucifer (– Iblis –). Itulah dewa sejati mereka,sang Tuhan Cahaya.
Dari seluruh hasil karya tulis Mason, maka para penulis Mason yang paling terkemukayakni Manly P.HallAlbert Mackey, Albert Pikedan lain-lain; mereka mengklaim bahwa ritual Masonik dan ajarannya itu adalah berasal dari misteri” kaum Babilonia Kuno, Mesir, Yunani, Persia, dan sebagainya. Dengan demikian ketika membaca Earth’s Earliest Agessampailah kita pada pemahaman yang berasal dari perkataan G.Pember sebagai berikut: “Ada suatu kecurigaan bahwa puncak dari seluruh misteri ini sesungguhnya adalah penyembahan terhadap sang Iblis (Syaithoon) itu sendiri”.
Teologi kelompok Illuminati dan kelompok Mason secara kokoh adalah berdasarkan pada Kabbala Yahudi (Kaballa atau Quaballah). Memang, hampir semua sistem kepercayaan okultisme dan sihir adalah berdasar pada prinsip-prinsip dan ajaran Kabbala Yahudi.
Blavatsky dalam bukunya yang paling terkenalThe Secret Doctrine, memuji Syaithoon (Iblis) sebagai guru kemanusiaanBlavatsky menyatakan bahwa Iblis (Syaithoon) itu hendaknya diberi ucapan terimakasihkarena telah menunjukkan manusia menuju jalan keilahian dan kebebasanBlavatsky menekankan bahwa Kabbala itulah yang membuka “rahasia” tersebut. Rahasia apa yang dimaksud Blavatsky?
Blavatsky dengan tegas menyatakan bahwa doktrin inti dari misteri, okultisme (sihir)dari kelompok Illuminati adalah: “Bahwa Sang Ular Besar dari Taman Surga (Eden) dan Tuhan Tertinggi itu adalah sama” (Helena P. Blavatsky, The Secret Doctrine, (Covina, CA: Theosophical University Press, 1947, 4th ed.) in Marrs p. 269.)
Itulah sebabnya mengapa Ular menjadi simbol yang diletakkan di puncak kepalaHorus, sebagaimana menjelaskan pula mengapa simbol Ular selalu dipakai oleh kaum penyembah Syaithoon / Iblis (kaum Luciferian), kelompok Theosofi, dan kelompok Freemason, dan Ular itu pun menjadi simbol bagi para Fir’aun.
The eye of the sun, the eye of Ra became also known as the uraeus snake (the cobra). Associated symbol of Ra, a Snake circling the Sun.
Kita, kaum Muslimin, tentunya ingat akan firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al Baqoroh (2) ayat 35 ketika Allooh سبحانه وتعالى melarang Nabi Adam عليه السلام untuk memakan buah pohonkhuldi namun Syaithoon lah yang kemudian berusaha menipu Nabi Adam عليه السلام dan Hawa sehingga kemudian melanggar larangan Allooh سبحانه وتعالى tersebut sebagaimana hal ini dijelaskan dalam QS. Thoohaa (20) ayat 120-121:
QS. Al Baqoroh (2) ayat 35:
وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
Artinya:
Dan Kami berfirman: Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzolim.”
QS. Thoohaa (20) ayat 120-121 :
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَى ﴿١٢٠﴾ فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى ﴿١٢١﴾
Artinya:
(120) “Kemudian syaithoon membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata:“Hai Adam, maukah kutunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?
(121)  Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurot-aurotnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) Surga, dan durhakalah Adam kepada Robb-nya dan sesatlah ia.”
Nah, Syaithoon (Luciferyang digambarkan dalam ayat Al Qur’an ini lah yang disembah dan menjadi Tuhan-nya Freemasonry dan Dewa Tertinggi-nya kaum penyembah Iblis dan pengguna sihir / okultisme. Lalu perhatikan bahwa konsepOuroboros ini diadaptasi (baik secara sadar / sengaja ataupun secara tidak sadar / tidak sengaja / sekedar ikut-ikutan) dalam logo berbagai perusahaan yang tidak asing bagi kita, juga muncul dalam berbagai produk industri musik dan film, bahkan simbol “Ouroboros mengitari seluruh dunia” digunakan sebagai illustrasi pada buku berjudul “Rencana Global Zionis Mason dan Illuminati” terbitan Yunani sebagai berikut :
Perhatikan betapa simbol Ouroboros ini terlihat pada makam Mayor Jendral Belanda J.H.R. Kohler di Museum Taman Prasasti – Tanah Abang :
Simbol Ouroboros pada makam Mayor Jendral J.H.R. Kohler di Museum Taman Prasasti
 
Sebuah makam lain yang juga bersimbol Ouroboros di Museum Taman Prasasti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar