Sobat Sobat SenjuJasrizal.blogspot.com yang baik hati,,, TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG INI... mohon maaf atas segala kekurangan, mudah-mudahan bermanfaat dan dapat sobat2ku mengambil hikmah didalamnya....^_^
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2013

Salah Satu Bukti Firman Allah SWT


Mukjizat tertera jelas dimata kita, dengan tingkah polah syetan kita dikelabui dan dibuat lupa, salah satu keajaiban Allah bagaimana disampaikan didalam Al Quran dalam firman-Nya yakni
QS. Ar-Rahman 55:19


QS. Ar-Rahman 55:20

dan pada ayat

QS. Al-Furqan 25:53


yang artinya :

Mukjizat Pada Anggota Tubuh Manusia

garis utama kedua telapak tangan kita, (lihat gambar), bertuliskan dalam
angka Arab yaitu : |/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18 dan /\|
pada telapak tangan kiri, artinya : 81 Jika kedua angka ini dijumlahkan,
18+81 = 99 

99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam
Al-Quran ! Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, maka terbentuk angka 1881.Angka ini adalah
angka kelipatan 19 yang ke-99 !
( 19 x 99 = 1881 )Seperti diketahui angka 19 adalah fenomena tersendiri dalam Al-Quran,
yang merupakan bukti kemukjizatan
al-Quran.


Jumat, 01 Maret 2013

Air Mata Kerinduan Uwais AlQarani Kepada Rasul saaw


Di negeri Yaman, hiduplah seorang pemuda bernama Uwais Al-Qarani yang berasal dari
kabilah Qaran. Uwais Al-Qarani mempunyai jiwa yang bersih dan mulia. Dia seorang yang
pintar dan selalu melakukan pencarian makna hidup. Meskipun saat itu dia masih belum
mengenal ajaran Islam yang mulia, dia sangat menghormati nilai-nilai mulia kemanusiaan. Di
antara sikap dan perilaku Uwais yang paling menonjol sekali ialah penghormatan yang besar
terhadap ibunya. Dia bersikap amat lemah-lembut kepada ibunya yang sudah tua dan dia amat
mengerti tanggung jawabnya sebagai anak. Dia dapat merasakan kesulitan seorang ibu dalam
mendidik dan membesarkan anaknya. Oleh karena itu, dia melayani ibunya seperti seorang
pelayan yang taat dan patuh. Uwais sama sekali tidak melupakan jerih payah ibunya.
Suatu saat, Uwais Al-Qarani mendengar kabar bahwa ada seorang nabi yang berhijrah dari
kota Mekah ke Madinah dan sebagian dari masyarakat mengikuti ajaran nabi tersebut. Uwais
dengan perenungannya, sampai kepada

PERBEDAAN ANTARA ALQURAN, HADIS QUDSI, DAN HADIS NABAWI



Definisi Alquran telah dikemukakan pada halaman terdahulu, dan untuk mengetahui perbedaan antaradefinisi Alquran dengan hadis qudsi dan hadis nabawi, di sini kami
kemukakan dua definisi.

Hadis Nabawi
Hadits (baru) dalam arti bahasa lawan dari kata qadim (lama). Dan, yang dimaksud hadis ialah setiap kata-kata yang diucapkan dan dinukil serta disampaikan oleh manusia, baik kata-kata itu diperoleh melalui pendengarannya maupun wahyu; baik dalam keadaan jaga maupun dalam keadaan tidur. Dalam pengertian ini, Alquran dinamakan hadis.
"Hadis (kata-kata) siapakah yang lebih benar selain dari pada Allah?" (An-Nisa: 87).
Begitu pula yang terjadi pada manusia, di waktu tidurnya juga dinamakan hadis.
"... dan engkau telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil dari hadis-hadis-maksudnya mimpi

Dialog Ilmuan Atheis Dengan Imam Abu Hanifah Ra

Imam Abu Hanifah pernah bercerita: Ada seorang ilmuwan besar, Atheis dari kalangan bangsa Rom, tapi ia orang kafir. Ulama-ulama Islam membiarkan saja, kecuali seorang, yaitu Hammad guru Abu Hanifah, oleh karena itu dia segan bila bertemu dengannya.

Pada suatu hari, manusia berkumpul di masjid, orang kafir itu naik mimbar dan mahu mengadakan tukar fikiran dengan siapa saja, dia hendak menyerang ulama-ulama Islam. Di antara shaf-shaf masjid bangunlah seorang laki-laki muda, dialah Abu Hanifah dan ketika sudah berada dekat depan mimbar, dia berkata: "Inilah saya, hendak tukar fikiran dengan tuan". Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri kerana usia mudanya. Namun dia pun angkat berkata: "Katakan pendapat tuan!". Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian

Imam Ahmad ibn Hanbal: Yazid Adalah Hamba Terlaknat Dalam Al Qur’an!


Banyak anggapan keliru beredar bahwa ulama Ahlusunnah semuanya memuja Yazid dan membelanya dari semua kejahatan yang ia lakukan terhadap umat Islam secara umum dan Keluarga suci Nabi secara khususnya. Akan tetapi anggapan itu adalah salah, tidak sedikit ulama dan para imam Ahlusunnah yang tegas-tegas mengecam Yazid, bahkan melaknatinya. Hanya kaum nawâshib yang menyelinab di tengah-tengah kaum Sunni sajalah yang berterang-terangan membela Yazid.
Di antara  ulama Sunni yang mengecam dan mengatakan bahwa Yazid adalah hamba terlaknat dalam Al Qur’an dan ia juga melaknati Yazid adalah Imam Ahmad seorang imam besar Ahlusunnah, yang namanya juga sering disebut-sebut oleh kaum Salafy baik yang Nawâshib maupun yang netral!
Di bawah ini akan kami

DIALOG SAYYIDINA HUSAIN DAN UMAR BIN SA’AD DI KARBALA


Sayyidina Husain (demi menyempurnakan hujjah) mengirim pesan kepada Umar bin Sa’ad bahwa beliau ingin bertemu dan berbicara dengannya. Umar bin Sa’ad menerima undangan Al-Husain. Dirancanglah sebuah pertemuan antara kedua pasukan, Umar bin Sa’ad dengan dua puluh pasukannya dan Al-Husain dengan dua puluh sahabatnya.
Dalam pertemuan itu, Sayyidina Husain berkata kepada para sahabatnya, “Kalian keluar dari majelis ini kecuali Abbas dan Ali Akbar.” Umar bin Sa’ad juga berkata kepada pasukannya, “Kalian keluar dari majelis ini, kecuali anakku Hafsh dan budakku.” Kemudian terjadilah dialog.
Sayyidina Husain berkata, “Celakalah engkau! Hai Umar bin Sa’ad, apakah engkau tidak merasa takut pada saat kembali kepada Allah, karena memerangiku? Tidakkah engkau tahu bahwa aku adalah putera Fatimah dan Ali…. Hai Ibnu Sa’ad! Tinggalkanlah mereka (orang-orang Yazid) dan bergabunglah bersama kami. Itu amat baik bagimu, dan engkau akan dekat dengan Allah.” Umar

Selasa, 26 Februari 2013

Perdebatan Antara Imam Ja’far dengan Syiah Rafidha tentang Keutamaan Abu Bakar Ra


JA`FAR ASH-SHADIQ. Dia adalah Imam Ja`far bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Al-Husain bin Ali bin Abu Thalib. Perhatikan silsilah keluarganya. Jika anda mengidolakan Ali dan ahlul baitnya, maka cintailah keturunannya ini, karena kami pun insya Allah mencintai beliau. Ja`far Ash-Shadiq adalah Imam ke-6 yang diklaim Syiah (Rafidhah) sebagai salah satu Imam 12 mereka yang ma`shum. Semenjak dahulu Syiah mengklaim bahwa mereka mengikuti manhaj dan langkah Ja`far Ash-Shadiq. Madzhab mereka dalam bidang fikih adalah ucapan-ucapan dan pendapatnya
Ada seorang syi`ah yang mengklaim keutamaan Ali di atas Abu Bakar Ash-Shiddiq di hadapan Ja`far Ash-Shadiq. Setelah orang syi`ah ini

PENGERTIAN RAFIDHAH DAN SYI'AH MENURUT ULAMA SUNNI


Ummat Islam suka mencampuradukkan antara al-rafadh (berpaham Rafidhah) dan al-tasyayyu' (berpaham Syi'ah). Mereka tidak bisa membedakan kedua istilah tersebut. Ini disebabkan ketidakpahaman tentang akidah mereka sendiri. Mereka tidak mau mengkaji akidah Islam secara benar dari sumbernya yang asli dan otentik, yaitu al-Qur'an dan hadits, serta pendapat para sahabat Nabi, pengikutnya (tabi'in) dan generasi ketiga (tabi'it-tabi'in). Padahal, mereka itu tiga angkatan, yang dinilai oleh Rasulullah sebagai generasi terbaik ummat Islam. Masalahnya, sebagian ummat tidak mau mempelajari Islam dan ilmunya. Akibatnya, akidah Islam mereka artikan secara tidak proporsional. Mereka tidak tertarik untuk menjaga kesucian dan kemurnian akidah Islam. Bahkan mereka hampir tidak mengenal satu pun buku yang membicarakan akidah Sunni atau Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Akibatnya, mereka akan terjebak tatkala membaca buku-buku tafsir dan hadits, yang mengandung kisah-kisah israiliyyat dan kisah-kisah palsu. Atau, mereka memahami akidah Islam dari literatur-literatur baru tanpa dasar yang kokoh dan benar. Karena itu, mereka terputus dari ulama salaf salih, yang mendapatkan

Senin, 18 Februari 2013

Kisah Tragedi Karbala (syahidnya imam Husein ibn Ali RA)


Tragedi Karbala, dimana cucu Nabi yang tersayang Imam Hussein Ra. terbunuh sering kali dijadikan alat untuk menarik simpati dan pembenaran ajaran Syi’ah. Bila pernah hadir di perayaan Asyura’ kaum Syiah pasti akan terbawa hanyut oleh simpati dan air mata karena kisah karbala ini.
Seorang cucu Nabi yang wajahnya paling mirip dengan Rasulullah, manusia macam apa yang tega memenggal kepalanya.  Mengepung 103 orang dengan 10.000 pasukan bersenjata lengkap, setelah 3 hari memutus aliran air sehingga mereka berperang dalam kehausan.
Laknatullah!. Tapi bila itu sudah takdir Allah, apa yg bisa kita perbuat?
Artikel ini hanya berbagi kisah sejarah setelah penelurusan saya, sembari berharap agar bisa menjadi hujjah atas kisah-kisah karbala yang banyak dipalsukan.
Wilayah kaum muslimin pada masa meninggalnya Muawiyah terbagi menjadi tiga. Kufah (Irak) basis Syiah, Damaskus Ibukota kerajaan dan Hejjaz yang termasuk didalamnya Mekkah dan Madinah

Sabtu, 16 Februari 2013

Link Download Film Fetih (Muhammad Al-Fatih) 1453 full + Subtitle Bahasa Indonesia!


Hari ini ana dapat info menggembirakan, Film Conquest 1453 atau Fetih 1453, sebuah film yang mengangkat kisah penaklukan kota Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih pada tahun 1453 M sekarang sudah bisa kita download free. Sebuah film yang semoga semakin meneguhkan semangat perjuangan dalam menyambut bisyarah Rasulullah SAW selanjutnya, yakni menaklukan kota Roma. Untuk kisah Panjang dalam bentuk buku, bisa teman-teman simak di Karya Ust. Felix Siaw dengan judul mirip, "Muhammad Al Fatih 1453".

Buat teman-teman yang belum tahu kisahnya, berikut sadalah kisah ringkas Muhammad Al Fatih dan inspirasi yang bisa kita ambil. Ringkasan ini ana copas daridakwahkampus.com, dan untuk link download filmnya bisa di lihat di akhir postingan ini! Semoga bermanfaat! :)

Sabtu, 02 Februari 2013

Download Murottal Al Qur'an 30 Juzz Syaikh Saad Al Ghomidi

Download MP3 Murattal Al-Qur’an Lengkap Syaikh Sa-ad Al-Ghamidi

Surat No.Nama SuratDownload MP3
1Al-FatihahDownload
2Al-BaqarahDownload
3Al-ImranDownload
4An-Nisa’Download
5Al-Ma’idahDownload
6Al-An’amDownload
7Al-A’rafDownload
8Al-AnfalDownload
9At-TaubahDownload
10YunusDownload
11HudDownload
12YusufDownload
13Ar-Ra’dDownload
14IbrahimDownload
15Al-HijrDownload
16An-NahlDownload
17Al-Isra’Download
18Al-KahfiDownload
19MaryamDownload
20ThahaDownload
21Al-Anbiya’Download
22Al-HajjDownload
23Al-Mu’minunDownload
24An-NurDownload
25Al-FurqanDownload
26Asy-Syu’ara’Download
27An-NamlDownload
28Al-QashasDownload
29Al-’AnkabutDownload
30Ar­-RumDownload
31LuqmanDownload
32As­-SajdahDownload
33Al­-AhzabDownload
34Saba’Download
35FathirDownload
36Ya­sinDownload
37Ash-ShaffatDownload
38ShadDownload
39Az-ZumarDownload
40GhafirDownload
41FushshilatDownload
42Asy-SyuraDownload
43Az-ZukhrufDownload
44Ad-DukhanDownload
45Al-JatsiyaDownload
46Al-AhqafDownload
47MuhammadDownload
48Al-FathDownload
49Al-HujuratDownload
50QafDownload
51Adz-DzariyatDownload
52Ath-ThurDownload
53An-NajmDownload
54Al-QamarDownload
55Ar-RahmanDownload
56Al-Waqi’ahDownload
57Al-HadidDownload
58Al-MujadilahDownload
59Al-HasyrDownload
60Al-MumtahinahDownload
61Ash-ShaffDownload
62Al-Jumu’ahDownload
63Al-MunafiqunDownload
64At-TaghabunDownload
65Ath-ThalaqDownload
66At-TahrimDownload
67Al-MulkDownload
68Al-QalamDownload
69Al-HaqqahDownload
70Al-Ma’arijDownload
71NuhDownload
72Al-JinnDownload
73Al-MuzzammilDownload
74Al-MuddatstsirDownload
75Al-QiyamahDownload
76Al-InsanDownload
77Al-MursalatDownload
78An-Naba’Download
79An-Nazi’atDownload
80‘AbasaDownload
81At-TakwirDownload
82Al-InfitharDownload
83Al-MuthaffifinDownload
84Al-InsyiqaqDownload
85Al-BurujDownload
86Ath-ThariqDownload
87Al-A’laDownload
88Al-GhasyiyahDownload
89Al-FajrDownload
90Al-BaladDownload
91Asy-SyhamsDownload
92Al-LailDownload
93Adh-DhuhaDownload
94Asy-SyarhDownload
95At-TinDownload
96Al-’AlaqDownload
97Al-QadrDownload
98Al-BayyinahDownload
99Az-ZalzalahDownload
100Al-’AdiyatDownload
101Al-Qari’ahDownload
102At-TakatsurDownload
103Al-’AshrDownload
104Al-HumazahDownload
105Al-FiilDownload
106QuraisyDownload
107Al-Ma’unDownload
108Al-KautsarDownload
109Al-KafirunDownload
110An-NashrDownload
111Al-MasadDownload
112Al-IkhlasDownload
113Al-FalaqDownload
114An-NasDownload


sumber: http://istana-musik.blogspot.com/2012/06/murottal-al-quran-full-syaikh-saad-al.html

Rabu, 26 Desember 2012

Memahami Allah Maha Pemberi Rizki


Kita telah mengetahui bahwa Allah satu-satunya pemberi rizki. Rizki sifatnya umum, yaitu segala sesuatu yang dimiliki hamba, baik berupa makanan dan selain itu. Dengan kehendak-Nya, kita bisa merasakan berbagai nikmat rizki, makan, harta dan lainnya. Namun mengapa sebagian orang sulit menyadari sehingga hatinya pun bergantung pada selain Allah. Lihatlah di masyarakat kita bagaimana sebagian orang mengharap-harap agar warungnya laris dengan memasang berbagai penglaris. Agar bisnis komputernya berjalan mulus, ia datang ke dukun dan minta wangsit, yaitu apa yang mesti ia lakukan untuk memperlancar bisnisnya dan mendatangkan banyak konsumen. Semuanya ini bisa terjadi karena kurang menyadari akan pentingnya aqidah dan tauhid, terurama karena tidak merenungkan dengan baik nama Allah “Ar Rozzaq” (Maha Pemberi Rizki).
Allah Satu-Satunya Pemberi Rizki
Sesungguhnya Allah adalah satu-satunya pemberi rizki, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal itu. Karena Allah Ta’ala berfirman,
“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)
“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)
Tidak ada yang berserikat dengan Allah dalam memberi rizki. Oleh karena itu, tidak pantas Allah disekutukan dalam ibadah, tidak pantas Allah disembah dan diduakan dengan selain. Dalam lanjutan surat Fathir, Allah Ta’ala berfirman,
“Tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah; maka mengapakah engkau bisa berpaling (dari perintah beribadah kepada Allah semata)?” (QS. Fathir: 3)
Selain Allah sama sekali tidak dapat memberi rizki. Allah Ta’ala berfirman,
“Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikit juapun).” (QS. An Nahl: 73)
Seandainya Allah menahan rizki manusia, maka tidak ada selain-Nya yang dapat membuka pintu rizki tersebut. Allah Ta’ala berfirman,
“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2). Itu memang benar, tidak mungkin ada yang dapat memberikan makan dan minum ketika Allah menahan rizki tersebut.
Allah Memberi Rizki Tanpa Ada Kesulitan
Allah memberi rizki tanpa ada kesulitan dan sama sekali tidak terbebani. Ath Thohawi rahimahullah dalam matan kitab aqidahnya berkata, “Allah itu Maha Pemberi Rizki

Keutamaan Menuntut Ilmu


MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SURGA
Oleh :Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.[Ali ‘Imran: 102]
“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan Nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” [An-Nisaa': 1]
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia menang dengan kemenangan yang besar.” [Al-Ahzaab: 70-71]
Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah

Minggu, 23 Desember 2012

Dalil-Dalil Tentang Wajibnya Hijab 7


Dalil Keempat

Firman-Nya U :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوْبِهِنَّ وَلاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ إِلاَّ لِبُعُوْلَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُوْلَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُوْلَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيْ أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانِهِنَّ أَوِ التَّابِعِيْنَ غَيْرِ أُولِي اْلإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلاَ يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ وَتُوْبُوْا إِلَى اللهِ جَمِيْعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ .
Artinya : Dan katakanlah kepada wanita yang beriman,” Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An Nur : 31)
Dalam ayat yang mulia ini ada tiga tempat yang bisa  menunjukan wajibnya berhijab

Dalil-Dalil Tentang Wajibnya Hijab 6


Dalil Ketiga

Firman-Nya U :

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِيْ فِيْ قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوْفاً . وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ اْلأُوْلَى وَأَقِمْنَ الصَّلاَةَ وَآتِيْنَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللهَ وَرَسُوْلَهُ إِنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا

Artinya : Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah sama seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit di dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik. Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahilayyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. ( Al Ahzab 32-33)
Dan yang menjadi pokok pembahasan adalah firman-Nya,” Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahilayyah yang dahulu,”
·         Imamul Mufassirin Ibnu Jarir Ath Thabari rahimahullah berkata : (Dikatakan bahwa tabarruj di sini adalah tabakhtur (berlenggang) dan (takassur) berlenggak lenggik) kemudian beliau meriwayatkan dengan sanadnya dari Qatadah berkata : Yaitu bila kalian keluar dari rumah kalian, beliau berkata :  mereka (wanita jahillah dahulu) mempunyai cara jalan, takassur, dan taghannuj (gerakan yang merangsang), maka Allah melarang dari melakukan hal itu.” Ya’qub telah memberitahu kami, beliau berkata : Ibnu ‘Aliyyah telah memberitahu kami, beliau berkata : Saya mendengar Ibnu Abi Nujaih berkata tentang firman-Nya U ,” dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahilayyah yang dahulu,” beliau berkata : (Yaitu) Tabakhtur, dan dikatakan : Sesungguhnya tabarruj adalah menampakan perhiasan, dan wanita menampakan kecantikannya di hadapan laki-laki.[1]

·         Al Imam Abu Bakar Al Jashshah rahimahullah berkata : Dan firman-Nya U,” Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu,” Hisyam meriwayatkan dari Muhammad Ibnu Sirin berkata : Dikatakan kepada Saudah Bintu Zam’ah : Kenapa tidak keluar (untuk haji dan umrah) sebagaimana yang dilakukan saudari-saudarimu ? Beliau berkata : Saya sudah melaksanakan haji dan umrah kemudian Allah memerintahkan saya agar diam