Sobat Sobat SenjuJasrizal.blogspot.com yang baik hati,,, TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG INI... mohon maaf atas segala kekurangan, mudah-mudahan bermanfaat dan dapat sobat2ku mengambil hikmah didalamnya....^_^

Kamis, 01 November 2012

Sejarah Berdirinya Rafidhah: Tokoh Pelopor, Bagian 9


II.2. Abdurrahman Wahid & Keppres nomor 69 tahun 2000
Pada bulan Februari 1961, lewat Lembaran Negara nomor 18/1961Presiden Soekarnomembubarkan dan melarang keberadaan Freemasonry di Indonesia.
Lembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yangmembubarkan dan melarang Freemasonry dan segala “derivat-nya sepertiRosikrusianMoral RearmamentLions ClubRotary Club, dan Baha’isme. Sejak itu, loji-loji mereka disita oleh negara.
Namun 38 tahun kemudian pada saat Presiden Abdurrahman Wahid terpilih menjadi presiden Indonesia ke-4, ia mencabut Keppres nomor 264/1962 tersebut dengan mengeluarkan Keppres nomor 69 tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000.
Sejak itulah, keberadaan kelompok-kelompok Yahudi seperti Organisasi Liga DemokrasiRotary ClubDivine Life SocietyVrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) atau Freemasonry IndonesiaMoral Rearmament MovementAncient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i menjadi resmi dan sah kembali di Indonesia.
Sungguh ironis, Keppres no 69/2000 yang dikeluarkan oleh Abdurrahman Wahid tersebut sampai sekarang masih saja berlaku dan belum dicabut.
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 69 TAHUN 2000
TENTANG
PENCABUTAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 264 TAHUN1962
TENTANG LARANGAN ADANYA ORGANISASI LIGA DEMOKRASI, ROTARY CLUB,
DIVINE LIFE SOCIETY, VRIJMETSELAREN-LOGE (LOGE AGUNG INDONESIA),MORAL REARMAMENT MOVEMENT, ANCIENT MYSTICAL ORGANIZATIONOF ROSI CRUCIANS (AMORC), DAN ORGANISASI BAHA’I
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :
  1. bahwa pembentukan organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan pada hakekatnya merupakan hak asasi setiap warganegara Indonesia;
  2. bahwa larangan terhadap organisasi-organisasi sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962, dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan prinsip-prinsip demokrasi;
  3. bahwa meskipun dalam kenyataannya Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962 sudah tidak efektif lagi, namun untuk lebih memberikan kepastian hukum perlu secara tegas mencabut Keputusan Presiden tersebut;
  4. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, b, dan huruf c di atas, maka dipandang perlu untuk mencabut Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962;
Mengingat :
  1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;
  2. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886);
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PENCABUTAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 264 TAHUN 1962 TENTANG LARANGAN ADANYA ORGANISASI LIGA DEMO-KRASI, ROTARY CLUB, DIVINE LIFE SOCIETY, VRIJMET-SELAREN-LOGE (LOGE AGUNG INDONESIA), MORAL REARMAMENT MOVEMENT, ANCIENT MYSTICAL ORGANIZATION OF ROSI- CRUCIANS (AMORC), DAN ORGANISASI BAHA’I.
Pasal 1
Mencabut Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962 tentang Larangan Adanya Organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia), Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i.
Pasal 2
Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 23 Mei 2000
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Ttd.
ABDURRAHMAN WAHID
Itulah fakta yang terjadi. Sesudah pencabutan Keppres nomor 264/1962 maka hiduplah dengan leluasa isme-isme Yahudi dan berbagai kesesatan lainnya, karena alasan yang mereka gunakan adalah selalu berdalih dengan “Hak Asasi Manusia”, disisi lain mereka melupakan “Hak Allooh سبحانه وتعالى” untuk ditaati dan dipatuhi oleh ciptaan-Nya.
Semestinya kalau Presiden-Presiden berikutnya dan pemerintah Indonesia berpihak kepada bangsa, negara dan rakyat banyak yang mayoritasnya adalah Muslimin, tentulah mereka akan mencabut kembali Keppres nomor 69 tahun 2000 tersebut. Karena ini adalah menyangkut perkara ‘aqiidah kaum Muslimin.
Namun fakta yang terjadi adalah Keppres tersebut dibiarkan begitu saja. Dan hal ini menunjukkan keberhasilan kaum Freemasonry Yahudi dalam menunaikan Program Internasional mereka yakni dengan cara merekrut orang-orang yang memiliki kedudukan penting di masyarakat (pimpinan masyarakat / negeri) agar mereka berkhidmat serta berkontribusi untuk FreemasonryYahudi. Pada akhir kajian ini, kaum Muslimin dapat melihat sendiri video pernyataanAbdurrahman Wahid bahwa ia akan bekerja keras agar Israel diakui oleh Republik Indonesia.
Ini semua membuktikan bahwa Freemasonry Yahudi dan aksi-aksi mereka bukanlah sekedar mitos, melainkan keberadaan dan cengkraman mereka benar-benar nyata di tanah air kita ini.
III.  

Sejarah Berdirinya Rafidhah: Tokoh Pelopor, Bagian 8


II.  KAITAN FREEMASONRY DENGAN SEJARAH REPUBLIK INDONESIA
Dalam membahas kaitan Freemasonry dengan sejarah Republik Indonesia, maka akan kita bagi dalam 2 bagian, yaitu:
  1. Hubungan Boedi Oetomo dengan Freemasonry dan Theosofi
  2. Dicabutnya Keppres nomor 264 tahun 1962, yang kemudian digantikan dengan Keppres nomor 69 tahun 2000 di masa Abdurrahman Wahid menjadi Presiden RI.
II.1. Boedi Oetomo & Freemasonry Yahudi
Dr. Th Stevens penulis buku Vrijmetselarij en Samenlaving in Nederlands Indie en Indonesie 1764-1962 (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962) menyebutkan bahwa Freemasonry memperoleh aktualitas yang besar dengan munculnya gerakan nasionalis modern di Jawa. Kata pengantar buku ini menyebutkan dengan jelas, bahwa Freemason menjalin hubungan dengan satu organisasi politik Indonesia pertama Boedi Oetomo” (Lihat hal. XVIII dan hal. 331)
Konggres I Boedi Oetomo (3-4 Oktober 1908) di Jogjakarta
Kedekatan Boedi Oetomo dengan Freemason terlihat pada masa-masa awal Boedi Oetomodidirikan.

Sejarah Berdirinya Rafidhah: Tokoh Pelopor, Bagian 6

B)    Simbol OUROBOROS
Makam Mayor Jendral J.H.R. Kohler dan simbol Bintang Daud-nya, di Museum Taman Prasasti – Jakarta
Di Museum Taman Prasasti ini terdapat makam Mayor Jendral J.H.R. Kohler (komandan tentara kolonial Belanda yang memimpin penyerangan ke Banda Aceh pada tahun 1873). Makamnya tampak bersimbolkan Bintang Daud, yakni suatu simbol bintang enam (hexagram) yang juga merupakan ciri khas organisasi Freemasonry Yahudi. Simbol Bintang Daud telah kita bahas dalam kajian lalu.
Pada makam J.H.R. Kohler tersebut terdapat pula suatu simbol yang menggambarkan seekor Ular yang memakan ekornya sendiri. Simbol itu disebut  “Ouroboros”, yang diadopsiFreemasonry dari paganisme Mesir.
Apakah Ouroboros itu?

J.C. Cooper dalam buku “Encyclopedia of  Traditional Symbols” (terbitan tahun 1978), pada halaman 123-124 menjelaskan sebagai berikut:
Ouroboros: Depicted as a serpent or dragon biting its own tail. My end is my beginning. It symbolizes the undifferentiated; the Totality; primordial unity; self-sufficiency. It begets, weds, impregnates, and slays itself. It is the cycle of disintegration and reintegration, power that eternally consumes and renews itself; the eternal cycle; cyclic time; spatial infinity; truth and cognition in one; the united primordial parents; the Androgyne; the primaeval waters; darkness before creation; the restriction of the universe in the chaos of the waters before the coming of light; the potential before actualization. In funerary art, Ouroboros represents immortality, eternity and wisdom. In Orphic cosmology it encircles the Cosmic Egg. The Alpha and Omega are often depicted with the Ouroboros. Alchemy: The latent power of nature; unformed materia; the opus circulare of chemical substances in the hermetic vessel. Buddhist: Wheel of samsara. Egyptian: The circle of the universe; the path of the sun god. Greek: “All is one”. “The All was from the beginning like an egg, with the serpent as the tight band or circle round it” (Epicurus). Hindu: Wheel of samsara. As latent energy Ouroboros shares the symbolism of kundalini. Sumero-Semitic: The All One.”
Artinya:
OuroborosDigambarkan sebagai seekor ular atau naga menggigit ekornya sendiri. “Akhirku adalah awalku”Itu adalah perlambang yang tidak terbedakan, totalitas, kesatuan primordial, swa-sembada. Ia melahirkan, menikahi, membuahi (menghamili), dan membunuh dirinya sendiri. Itulah siklus disintegrasi dan re-integrasi, kekuasaan yang secara abadi mengkonsumsi dan memperbaharui dirinya sendiri. Siklus abadi, perputaran waktu, simbol ∞ tak terhingga, kebenaran dan kesadaran dalam satu kesatuan, kesatuan primordial orangtua, Androgin; awal mula perairan, kegelapan sebelum penciptaan; kekacauan air dalam pembatasan alam semesta sebelum datangnya cahaya, potensi sebelum aktualisasi. Dalam seni penguburan,

Sejarah Berdirinya Rafidhah: Tokoh Pelopor, Bagian 7

C)    Simbol “X” dan simbol Tengkorak Tulang (the Skull & Bones)

Simbol Tengkorak dan Tulang (the Skull & Bones) telah kita bahas dalam kajian lalu. Simbol yang di masyarakat dikenal sebagai tanda “Bahaya (Danger)” dan “Ber-racun (Poison)” pada label obat-obatan itu, sesungguhnya adalah berasal dari kepercayaan paganisme yang digunakan oleh para penyihir (okultis) untuk memperoleh kekuatan spiritual. Juga merupakan simbol “Kehidupan yang abadi”, yang kerap dipakai oleh Freemasonry.
Sebagai tambahan yang perlu kita bahas disini adalah mengapa peletakan Tulang dibawah Tengkorak itu membentuk huruf “X”?
Dalam situs Barat www.whale dijelaskan tentang “X” tersebut sebagai berikut:
An X is an ancient symbol for change or transformation… long associated in medieval and renaissance art with the coming of the Messiah who shall make all things new.” – (Jim Tresner, 33°, the Scottish Rite Journal)The Illuminist/Masonic meaning of the X is simply this: It is the sign of Osiris, the great (Egyptian) sun God…” — (Texe Marrsthe Dark Majesty)
The sign, or letter X, has a long history of use in the Ancient Mystery Religions, in apostate Judaism, in Freemasonry, and in the occult. The Illuminati elite use it to this day to symbolize key phenomena and mark significant events.